Candi arjuna

Candi arjuna

Candi arjuna merupakan salah satu bangunan kokoh dari kelima candi pandawa lainya. Candi ini memiliki ciri khas dengan adanya kemuncak di atas candi, dan meruncing ke atas seperti layaknya candi hindu lainya. Bangunan ini terbilang tua, karena berdiri sejak dulu di mana dataran tinggi Dieng masih berada di era dinasti sanjaya. Selain itu Candi arjuna, menjadi salah satu candi yang paling di kenal dari ke 4 candi lainya. Yang berada satu wilayah dengan kompleks candi pandawa 5.

Menjadi icon dan berdiri megah. Candi ini juga kerap kali di jadikan acara penting setiap tahunya. Dalam acara tahunan warga desa wisata Dieng ini,Candi ini di jadikan tempat utama pemotongan bocah rambut gimbal atau yang lebih di kenal dengan acara “Dieng culture festival” , acara ini di adakan pada bulan Agustus setiap tahunya, yang memusatkan acara intinya di kompleks pandawa 5. Karena kompleks pandawa 5 bisa di bilang menjadi pusat inti dari obyek wisata yang ada di dataran tinggi Dieng.

Pada masa era dinasti sanjaya (wangsa sanjaya), kelima candi ini di gunakan untuk pusat peribadatan umat hindu. Hingga pada akhirnya umat hindu menamakan kelima candi ini dengan sebuah kisah pewayangan, atau yang lebih di kenal dengan “Mahabrata”, nama kelima candi ini pun menggambarkan sosok pandawa 5 yang kokoh dan gagah. Selain itu umat hindu percaya bahwa dataran tinggi Dieng, menjadi tempat yang paling indah untuk di jadikan tempat peribadatan. Karena umat hindu sendiri percaya bahwa dataran tinggi akan lebih dekat dengan tuhan mereka.

Candi Arjuna dan keunikan nya

Keunikan dari Candi arjuna terdapat patung lingga dan yoni di dalam candi. Serta pada bagian utara candi terdapat saluran pembuangan air untuk di gunakan mandi pada masa era dinasti sanjaya. Saluran ini memiliki nama yang unik, yaitu mengandung bahasa hindu, bernama “Jaladwara”, sehingga dari sejak jaman dinasti sanjaya pun Candi arjuna di jadikan tempat yang paling penting dalam melakukan kegiatan ritual atau sembahyang menurut kepercayaan umat Hindu. Dari sudut pintu utama masuk ke dalam candi terdapat “kala”, kala merupakan sebuah patung yang menggambarkan hewan singa. Hewan ini menurut keyakinan umat hindu dapat menjadi “tolak bala” atau pengusir roh-roh yang jahat.

Baca juga tentang sejarah candi pandawa 5 Dieng  

Follow us on Instagram : @explorediengtour.id